Ubuntu 24.04 LTS masih menjadi salah satu pilihan menarik bagi pengguna PC dan laptop yang ingin menggunakan Linux untuk kebutuhan sehari-hari, belajar pemrograman, pekerjaan kantor, pengembangan software, maupun sekadar mencoba sistem operasi open source.
Versi ini memiliki nama kode Noble Numbat dan termasuk dalam rilis Long Term Support (LTS). Ubuntu 24.04 LTS dirilis pada April 2024 dan mendapatkan standard security maintenance sampai Mei 2029. Sementara itu, Ubuntu 26.04 LTS sudah tersedia sejak April 2026 sebagai LTS yang lebih baru. Artinya, Ubuntu 24.04 LTS bukan versi LTS terbaru, tetapi masih berada dalam periode dukungan resmi dan tetap relevan untuk instalasi yang membutuhkan basis 24.04.
Panduan ini membahas instalasi Ubuntu Desktop 24.04 LTS menggunakan flashdisk USB. Pembahasannya tidak berhenti pada proses menekan tombol Install, tetapi mencakup persiapan, backup, pembuatan USB bootable, pengaturan boot, pilihan penyimpanan, dual boot Windows, BitLocker, Intel RST, proses instalasi, konfigurasi setelah masuk desktop, pembaruan sistem, hingga troubleshooting masalah yang umum terjadi.
Rilis LTS ditujukan untuk pengguna yang mengutamakan stabilitas dan masa dukungan lebih panjang. Ubuntu menerbitkan LTS setiap dua tahun dan menyediakan lima tahun standard security maintenance. Untuk Ubuntu 24.04 LTS, periode tersebut berlangsung sampai Mei 2029.
Ini membuat Ubuntu 24.04 LTS masih masuk akal untuk komputer yang ingin digunakan dalam jangka panjang tanpa harus berpindah versi setiap beberapa bulan.
Namun, jika kamu sedang memasang Ubuntu dari nol dan tidak memiliki alasan khusus untuk menggunakan seri 24.04, pertimbangkan juga Ubuntu 26.04 LTS yang merupakan LTS terbaru. Artikel ini tetap membahas 24.04 LTS karena versi tersebut masih didukung dan menjadi fokus panduan ini.
Ubuntu Desktop dapat menjadi pilihan untuk pengguna yang membutuhkan sistem operasi Linux dengan antarmuka grafis dan ekosistem aplikasi yang cukup luas.
Namun, Ubuntu bukan berarti cocok untuk semua kebutuhan. Beberapa software profesional, game, driver perangkat tertentu, atau aplikasi yang hanya tersedia untuk Windows mungkin membutuhkan solusi tambahan atau tetap memerlukan Windows.
Kesalahan terbesar pengguna baru biasanya bukan gagal menjalankan installer, tetapi salah menentukan apa yang akan dilakukan terhadap sistem operasi dan data yang sudah ada.
Ada tiga skenario utama.
Metode ini cocok jika komputer tidak lagi membutuhkan Windows atau sistem operasi lama. Drive dapat digunakan sepenuhnya untuk Ubuntu.
Risikonya paling besar terhadap data lama karena proses instalasi dapat menghapus partisi yang ada. Backup wajib dilakukan sebelum memilih metode ini.
Dengan dual boot, Windows dan Ubuntu tetap berada pada komputer yang sama. Saat komputer dinyalakan, pengguna dapat memilih sistem operasi yang ingin digunakan.
Metode ini cocok jika masih membutuhkan aplikasi atau game Windows tetapi juga ingin memiliki lingkungan Linux secara langsung.
Jika masih ragu, jalankan Ubuntu dari USB dalam mode live terlebih dahulu. Mode ini memungkinkan pengguna mencoba desktop dan memeriksa kompatibilitas hardware tanpa langsung memasang Ubuntu ke drive internal. Ubuntu sendiri menyediakan mode Try Ubuntu untuk tujuan tersebut.
Ini merupakan pilihan yang sangat baik untuk pemula karena kamu dapat memeriksa Wi-Fi, suara, keyboard, touchpad, Bluetooth, layar, dan perangkat lain sebelum mengambil keputusan.
Canonical mencantumkan kebutuhan sekitar 25 GB ruang penyimpanan untuk Ubuntu Desktop dan merekomendasikan flashdisk berkapasitas 12 GB atau lebih untuk membuat media instalasi.
Selain itu, siapkan:
Untuk laptop, sambungkan charger selama proses instalasi agar komputer tidak mati karena baterai habis.
Sebelum menyentuh partisi atau installer, backup terlebih dahulu file yang tidak boleh hilang.
Simpan dokumen, foto, video, arsip, proyek, database, file pekerjaan, dan data penting lainnya ke media penyimpanan berbeda.
Jika akan melakukan dual boot, jangan hanya mengandalkan fakta bahwa installer menyediakan opsi Install alongside Windows. Kesalahan manusia saat memilih drive atau partisi tetap dapat menyebabkan kehilangan data.
Backup bukan langkah tambahan. Backup adalah bagian dari proses instalasi.
Sebelum membuat flashdisk installer, download terlebih dahulu file ISO Ubuntu 24.04 LTS. Gunakan sumber resmi Canonical agar file instalasi berasal dari distribusi Ubuntu yang terpercaya.
Download Ubuntu 24.04 LTS:
https://releases.ubuntu.com/24.04/
Untuk PC atau laptop Intel dan AMD 64-bit, pilih file ISO Ubuntu Desktop dengan arsitektur amd64. Jangan memilih file Ubuntu Server jika tujuanmu adalah memasang Ubuntu dengan tampilan desktop.
Jika kamu ingin menggunakan versi Ubuntu terbaru, halaman download resmi Ubuntu saat ini menyediakan rilis LTS terbaru. Namun, panduan IndoTrik ini secara khusus membahas Ubuntu 24.04 LTS agar tetap sesuai dengan topik dan URL artikel.
Download Ubuntu Desktop resmi:
https://ubuntu.com/download/desktop
Ubuntu 24.04 LTS masih mendapatkan standard security maintenance sampai Mei 2029. Karena itu, pengguna yang membutuhkan basis Ubuntu 24.04 masih dapat menggunakannya selama periode dukungan tersebut.
Untuk sebagian besar PC dan laptop Intel atau AMD modern, gunakan image 64-bit PC (AMD64). Nama AMD64 tidak berarti komputer harus menggunakan prosesor AMD. Arsitektur tersebut juga digunakan oleh prosesor Intel 64-bit.
Setelah download selesai, file ISO biasanya berukuran beberapa gigabyte. Jangan mengekstrak file ISO. Simpan file tersebut di komputer karena file inilah yang nantinya akan ditulis ke flashdisk menggunakan aplikasi pembuat bootable USB.
Penting: jangan menyimpan file pribadi di flashdisk yang akan digunakan sebagai installer. Proses pembuatan USB bootable akan menulis ulang media tersebut dan dapat menghapus seluruh isinya.
Jika komputer yang kamu gunakan saat ini masih menjalankan Windows, salah satu cara yang mudah adalah menggunakan aplikasi penulis image seperti balenaEtcher.
Jangan mencabut flashdisk selama proses penulisan berlangsung.
Jika proses berhasil, jangan menyalin file lain ke flashdisk tersebut. USB sekarang sudah berfungsi sebagai media instalasi Ubuntu.
Matikan atau restart PC/laptop yang ingin dipasangi Ubuntu, kemudian colokkan USB installer tersebut.
Nyalakan komputer dan segera tekan tombol Boot Menu secara berulang. Tombol berbeda-beda menurut produsen.
| Produsen | Tombol yang sering digunakan |
|---|---|
| Dell | F12 |
| HP | Esc lalu F9 |
| Lenovo | F12 atau tombol Novo |
| Acer | F12 |
| ASUS | Esc |
| MSI | F11 |
| Komputer lainnya | F12, Esc, F2, F10, atau sesuai manual perangkat |
Ubuntu mencatat F12 sebagai salah satu tombol Boot Menu yang paling umum, tetapi Escape, F2 dan F10 juga digunakan pada sejumlah perangkat.
Setelah Boot Menu muncul, pilih nama flashdisk atau opsi USB yang sesuai. Jika berhasil, komputer akan menjalankan Ubuntu dari USB.
Ketika installer Ubuntu muncul, jangan langsung melakukan instalasi jika kamu belum yakin dengan kompatibilitas perangkat.
(0)