Windows 11 September 2026 Bermasalah dengan File History, Begini Cara Mengecek dan Memperbaikinya

Windows 11 September 2026 Bermasalah dengan File History, Begini Cara Mengecek dan Memperbaikinya — Artikel

Pengguna Windows 11 yang mengandalkan File History untuk mencadangkan dokumen, foto, video, dan file pribadi perlu mengecek kembali status backup mereka. Microsoft mengonfirmasi adanya masalah pada File History setelah pembaruan keamanan Windows 11 September 2026. Pada perangkat yang terdampak, File History dapat gagal membuat atau memperbarui cadangan meskipun drive backup sebenarnya masih tersambung dan berfungsi normal.

Masalah ini menarik perhatian karena gejalanya tidak selalu terlihat seperti kegagalan backup. Windows dapat menampilkan pesan untuk menyambungkan kembali drive, sementara drive eksternal tetap dapat dibuka melalui File Explorer. Bahkan, pengguna mungkin baru mengetahui masalah tersebut ketika membutuhkan versi lama sebuah file.

Microsoft kemudian merilis perbaikan melalui pembaruan Windows yang tersedia mulai 22 September 2026. Untuk Windows 11 versi 24H2 dan 25H2, salah satu pembaruan yang memperbaiki masalah tersebut adalah KB5124010. Untuk Windows 11 26H1, perbaikannya tersedia melalui KB5124006.

Apa yang Sebenarnya Terjadi pada File History Windows 11?

File History merupakan fitur bawaan Windows yang dirancang untuk membuat salinan file pribadi secara berkala ke drive eksternal atau lokasi jaringan. Microsoft menjelaskan bahwa fitur ini dapat digunakan untuk melindungi file seperti Documents, Pictures, Videos, Desktop, serta library lain yang dikonfigurasi pengguna.

File History juga menyimpan beberapa versi file. Artinya, fungsi utamanya bukan hanya membuat satu salinan terbaru, tetapi memungkinkan pengguna kembali ke versi file sebelumnya ketika sebuah file terhapus, berubah secara tidak sengaja, atau perlu dikembalikan ke kondisi tertentu.

Pada September 2026, Microsoft mencatat masalah yang menyebabkan sebagian pengguna tidak dapat membuat atau memperbarui backup File History setelah memasang KB5124008, yaitu pembaruan keamanan Windows 11 yang dirilis pada 8 September 2026.

Microsoft menyebut beberapa gejala yang dapat muncul:

  • File History tidak membuat atau memperbarui backup.
  • Windows menampilkan pesan “Reconnect your drive” meskipun drive backup tersambung dan berfungsi.
  • Waktu Last Backup tidak berubah.
  • File yang sebelumnya dicadangkan dapat menunjukkan pesan “No previous version available”.
  • Pada sebagian kasus, Event Viewer dapat mencatat crash yang berkaitan dengan FileHistory.exe dan KERNELBASE.dll.

Microsoft mencatat masalah tersebut pada dokumentasi KB5124008 dan kemudian menambahkan resolusinya setelah pembaruan perbaikan tersedia.

Kenapa Masalah Ini Bisa Tidak Disadari?

Backup yang gagal tidak selalu membuat komputer berhenti bekerja. Windows tetap dapat digunakan seperti biasa, file pada drive eksternal masih bisa dibuka, dan pengguna mungkin tidak melihat kerusakan pada perangkat penyimpanan.

Masalahnya berada pada proses pencadangan File History. Jika proses tersebut berhenti, file baru tidak mendapatkan salinan terbaru meskipun pengguna merasa sistem backup masih berjalan.

Contohnya, seseorang terakhir kali mengedit dokumen penting pada 20 September. Jika File History berhenti bekerja setelah pembaruan Windows, versi terbaru dokumen tersebut mungkin tidak pernah masuk ke backup. Ketika komputer mengalami masalah pada kemudian hari, versi yang tersedia di backup bisa lebih lama daripada yang diperkirakan.

Karena itu, indikator seperti Last Backup jauh lebih penting daripada sekadar melihat apakah hard disk eksternal muncul di File Explorer.

Cara Mengecek Apakah File History Masih Berfungsi

Langkah pertama adalah memeriksa status File History secara langsung.

  1. Tekan tombol Windows.
  2. Ketik Control Panel.
  3. Buka Control Panel.
  4. Pilih System and Security.
  5. Pilih File History.

Perhatikan informasi mengenai drive dan waktu pencadangan terakhir.

Jika drive terlihat normal tetapi waktu Last Backup tidak berubah sesuai jadwal backup, jangan langsung menganggap file sudah aman.

Microsoft juga menyediakan opsi Run now untuk menjalankan pencadangan secara manual. Setelah menjalankannya, periksa kembali apakah status backup berubah.

Cek Versi Windows 11 yang Digunakan

Masalah September 2026 yang dibahas Microsoft berkaitan dengan pembaruan Windows 11 tertentu. Karena itu, sebelum melakukan langkah perbaikan, pengguna sebaiknya mengetahui versi Windows yang digunakan.

  1. Buka Settings.
  2. Pilih System.
  3. Gulir ke bawah lalu pilih About.
  4. Lihat bagian Windows specifications.
  5. Periksa bagian Version dan OS Build.

Untuk Windows 11 24H2 dan 25H2, Microsoft mendokumentasikan masalah File History pada pembaruan September 2026. Windows 11 26H1 juga memiliki dokumentasi masalah File History tersendiri dengan perbaikan melalui KB5124006.

Solusi Resmi: Pasang Pembaruan Windows yang Sudah Memperbaiki Masalah

Microsoft menyatakan masalah File History tersebut telah diperbaiki melalui pembaruan Windows yang dirilis pada dan setelah 22 September 2026.

Untuk Windows 11 versi 24H2 dan 25H2, salah satu pembaruan yang memuat perbaikannya adalah KB5124010. Microsoft mencantumkan secara eksplisit bahwa pembaruan tersebut memperbaiki masalah ketika File History gagal melakukan backup atau restore ke drive eksternal maupun lokasi jaringan.

Jika menggunakan Windows 11 26H1, Microsoft mencantumkan KB5124006 sebagai pembaruan yang memperbaiki masalah serupa.

Cara Memeriksa Windows Update

  1. Buka Settings.
  2. Pilih Windows Update.
  3. Pilih Check for updates.
  4. Periksa apakah pembaruan yang tersedia mencakup pembaruan September 2026 yang lebih baru.
  5. Instal pembaruan yang ditawarkan Windows.
  6. Restart komputer jika diminta.

KB5124010 merupakan pembaruan non-keamanan pratinjau September 2026 untuk Windows 11 24H2 dan 25H2. Microsoft mendokumentasikan bahwa pembaruan tersebut tersedia untuk kedua versi tersebut dan mencantumkan perbaikan File History di dalam changelog-nya.

Jangan Berhenti Setelah Windows Berhasil Di-update

Ini bagian yang sering dilewatkan.

Setelah pembaruan selesai, jangan langsung berasumsi bahwa backup sudah kembali normal hanya karena Windows menampilkan status Up to date.

Masuk kembali ke:

Control Panel → System and Security → File History

Kemudian periksa drive backup dan jalankan pencadangan secara manual menggunakan Run now.

Setelah proses selesai, periksa apakah waktu backup terakhir berubah.

Jika ingin melakukan pemeriksaan yang lebih meyakinkan, buat atau ubah sebuah file kecil di folder yang termasuk dalam File History. Jalankan backup, kemudian periksa apakah perubahan tersebut benar-benar muncul pada riwayat backup.

Metode ini lebih berguna daripada sekadar melihat apakah hard disk eksternal terdeteksi Windows.

Cara Memastikan File Lama Masih Bisa Dipulihkan

Microsoft menyediakan mekanisme pemulihan melalui File History. Jika ingin memeriksa backup yang sudah tersedia, buka File Explorer dan masuk ke folder tempat file tersebut sebelumnya berada.

  1. Buka File Explorer.
  2. Masuk ke folder yang berisi file yang ingin diperiksa.
  3. Klik kanan file atau folder tersebut.
  4. Pilih Restore previous versions.
  5. Periksa daftar versi yang tersedia.
  6. Pilih versi yang ingin diperiksa.
  7. Jika diperlukan, gunakan opsi Restore to... untuk mengembalikan file ke lokasi lain.

Microsoft memperingatkan bahwa menggunakan Restore dapat menggantikan versi file yang sedang berada di komputer. Jika tidak ingin menimpa file sekarang, gunakan pilihan untuk memulihkan ke lokasi lain.

Bagaimana Jika Muncul “Reconnect Your Drive”?

Pesan tersebut tidak selalu berarti hard disk eksternal rusak.

Microsoft memang memiliki panduan khusus untuk pesan Reconnect Your File History Drive. Untuk drive eksternal, langkah awalnya adalah memastikan drive benar-benar tersambung. Jika backup menggunakan lokasi jaringan, File History perlu dikonfigurasi kembali ke lokasi jaringan tersebut.

Setelah drive tersambung kembali, pengguna dapat menunggu jadwal backup berikutnya atau menjalankan backup secara manual melalui Control Panel → System and Security → File History → Run now.

Namun, untuk kasus khusus yang muncul setelah pembaruan keamanan September 2026, Microsoft sudah mengidentifikasi bug yang dapat menampilkan pesan tersebut meskipun drive sebenarnya bekerja dengan normal. Karena itu, memperbaiki koneksi drive saja belum tentu menyelesaikan masalah jika komputer masih menggunakan kondisi software yang terdampak.

Apakah File History Sama dengan Backup Seluruh PC?

Tidak.

Ini penting agar pengguna tidak memberikan rasa aman yang berlebihan kepada satu fitur backup.

Microsoft menjelaskan File History sebagai fitur untuk melindungi file dan folder pribadi serta menyediakan versi sebelumnya. Fitur ini bukan pengganti seluruh mekanisme pemulihan sistem.

Jika tujuan pengguna adalah melindungi komputer secara lebih menyeluruh, File History sebaiknya dipahami sebagai salah satu lapisan backup, bukan satu-satunya perlindungan.

Microsoft juga membedakan File History dengan fitur seperti Recovery Drive dan mekanisme pemulihan Windows lainnya. Recovery Drive sendiri tidak mencakup file pribadi pengguna sehingga tetap diperlukan metode backup data yang sesuai.

Siapa yang Perlu Mengecek File History Sekarang?

BAGIKAN
Sebarkan artikel bermanfaat ini ke teman-temanmu
URL artikel akan disertakan saat membagikan
Ditambahkan oleh: All-ghani (26 Sep 2026 pukul 22.11)
Rating: (0)
Jumlah Dibaca: 66

Last search
Samsung s26
X plore
Menyembunyikan
Lala widy
Android
AI Terbaru 2026: 7 Teknologi yang Mengubah Cara Kerja
Android 17
lacakhape
lacak hape
Spark